Siswi Meninggal Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu, Polisi Usut Kronologi dan Periksa Saksi

TANGERANG, TangerangHitz – Peristiwa tragis menyelimuti kawasan Tangerang Selatan pada Senin (10/8/2026) sore. Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial AP (16 tahun) dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Jurangmangu, Kecamatan Ciputat Timur.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB saat rangkaian KRL KA 1742D rute Tanah Abang–Parung Panjang memasuki area peron stasiun. Menurut keterangan awal petugas keamanan di lokasi, korban terlihat terjatuh ke area lintasan rel persis ketika kereta tengah melintas, sehingga benturan tidak dapat dihindarkan dan korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Kejadian ini sempat berdampak pada kelancaran operasional Commuter Line koridor Green Line. Pihak KAI Commuter sempat menghentikan sementara perjalanan kereta api untuk memberi ruang proses evakuasi dan penanganan darurat oleh tim gabungan. Perjalanan KRL lintas Rangkasbitung dan Parung Panjang sempat mengalami penundaan sebelum akhirnya berangsur pulih kembali setelah proses evakuasi selesai.

Jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan untuk proses identifikasi awal. Usai pemeriksaan medis, jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan disalatkan di Masjid At-Taqwa Kompleks Pertamina Pondok Ranji. Almarhumah AP telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Marabunta, Pondok Ranji, pada Selasa (11/8/2026) pagi.

Jajaran Polres Metro Tangerang Selatan dan Polsek Ciputat Timur masih terus mengusut peristiwa ini secara mendalam. Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum penyelidikan menyeluruh rampung dilakukan.

Sementara itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menyampaikan bahwa penyidik telah mengamankan barang-barang milik korban, mengunduh rekaman CCTV peron, serta meminta keterangan dari tujuh orang rekan sekolah korban yang berada di lokasi sebelum peristiwa terjadi. Berdasarkan rekaman CCTV, korban sempat terlihat berinteraksi dan bercanda bersama teman-temannya di area peron sebelum terpisah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *