Tangeranghitz, Karawang – Belajar tata krama bersama siswa kelas 6 menjadi kegiatan yang penuh obrolan dan contoh dari kehidupan sehari-hari. Tim BSI Explore mengajak siswa memahami cara bersikap yang baik kepada guru, orang yang lebih tua, teman sebaya, dan orang-orang di sekitar. Materi juga dikaitkan dengan kebiasaan sederhana seperti mengucapkan “permisi”, “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf”.
Pembelajaran dibuat santai agar siswa bisa lebih mudah memahami bahwa tata krama bukan hanya tentang aturan, tetapi juga tentang bagaimana kita menghargai orang lain.
Mengenal Adab kepada Guru dan Orang yang Lebih Tua
Kegiatan diawali dengan pembahasan tentang adab kepada guru dan orang yang lebih tua. Siswa diajak berdiskusi mengenai cara berbicara yang sopan, mendengarkan ketika orang lain berbicara, serta menunjukkan rasa hormat dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Belajar Matematika Bersama Tim BSI Explore 2026 di Desa Barugbug
Tim BSI Explore juga memberikan beberapa contoh situasi yang sering ditemui siswa. Misalnya, cara meminta izin ketika ingin meninggalkan ruangan, cara bertanya kepada guru, hingga sikap ketika bertemu dengan orang yang lebih tua.
Salah satu hal sederhana yang ditekankan adalah kebiasaan mengucapkan “permisi”. Kata tersebut bisa digunakan ketika ingin lewat di depan orang lain atau ketika ingin meminta perhatian seseorang.
Dengan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, pembahasan tata krama terasa lebih mudah dipahami. Siswa juga mulai menghubungkan materi dengan kebiasaan mereka sehari-hari.
Belajar Menghargai Teman Sebaya
Selain kepada guru dan orang yang lebih tua, siswa juga diajak memahami pentingnya menjaga adab kepada teman sebaya. Tim BSI Explore membahas cara berbicara tanpa menyakiti perasaan, menghargai pendapat teman, serta tidak mengejek atau merendahkan orang lain.
Baca juga: Membuka Langkah di Kecamatan Jatisari: Koordinasi Tim BSI Explore 2026 untuk Program Literasi
Siswa juga diajak memahami bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Ketika terjadi masalah, mereka bisa menyelesaikannya dengan berbicara baik-baik dan tidak langsung menyalahkan teman.
Salah satu siswa kelas 6 mengatakan,
“Kalau sama teman juga harus tetap sopan, Teh. Soalnya kalau ngomong sembarangan bisa bikin teman sakit hati.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya menjaga perkataan saat berinteraksi dengan orang lain.
Membiasakan Empat Kata Sederhana
Dalam kegiatan ini, siswa juga dikenalkan dengan empat kata yang sederhana tetapi penting, yaitu “permisi”, “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf”.
“Permisi” digunakan ketika ingin melewati atau meminta izin. “Tolong” digunakan saat membutuhkan bantuan. “Terima kasih” menjadi bentuk apresiasi setelah menerima bantuan atau kebaikan. Sementara itu, “maaf” diucapkan ketika melakukan kesalahan.
Baca juga: https://signaltodays.com/belajar-bahasa-indonesia-kelas-5-wordwall/
Salah satu siswa lainnya ikut berpendapat,
“Kadang kata-katanya gampang, tapi kita suka lupa ngucapinnya. Padahal kalau dibiasain-kan jadi enak ke orang lain.”
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa tata krama dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Sikap menghormati guru, menghargai orang yang lebih tua, menjaga perasaan teman, dan menggunakan kata-kata yang sopan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi Tim BSI Explore, pembelajaran ini menjadi kesempatan untuk mengajak siswa mengenal adab dengan cara yang dekat dengan keseharian mereka. Harapannya, kebiasaan baik tersebut tidak hanya dilakukan saat berada di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar.






