TangerangHitz, Tangerang – Hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Israel mengalami ketegangan serius menyusul serangan udara Israel yang menghantam 30 depot bahan bakar di Iran pada Sabtu, 7 Maret 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidaksenangannya karena skala operasi tersebut jauh melampaui ekspetasi Washington. Perselisihan ini menjadi keretakan besar pertama antara kedua sekutu tersebut sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu.
Dampak Ekonomi Global dan Kekhawatiran Washington
Militer Israel (IDF) memang memberikan notifikasi kepada Amerika Serikat sebelum serangan berlangsung, namun Washington mengaku terkejut melihat dampak kerusakannya. Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan rasa frustasinya terhadap strategi Israel tersebut. “Serangan Israel itu bukan ide yang bagus,” tegas pejabat tersebut menanggapi skala operasi yang memicu kebakaran hebat di Teheran.
Baca Juga: Iran Serang Kapal Tanker di Teluk, Ketegangan Timur Tengah Kian Memanas
Pihak Gedung Putih mengkhawatirkan kehancuran infrastruktur energi ini akan mengguncang pasar global. Benar saja, harga minyak mentah dunia langsung melonjak melewati angka 100 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam tiga setengah tahun terakhir. Di sisi lain, Iran melalui markas besar Khatam Al-Anbiya memperingati bahwa mereka bisa saja membalas mereka dengan menyerang fasilitas energi di seluruh kawasan jika serangan tersebut berlanjut.
Donald Trump sendiri menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai kapan operasi militer ini berakhir tetap berada di tangannya, meskipun ia terus berkoordinasi erat dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. “Saya dan Netanyahu bekerja sama dalam operasi militer melawan Iran,” ujar Donald Trump saat menjelaskan sinergi kedua negara dalam menghadapi ancaman dari Teheran.
Baca Juga: AS–Israel Kembali Serang Iran, 148 Tewas di Sekolah Dasar Minab; Ayatollah Khamenei Dilaporkan Gugur
Situasi Terkini di Lapangan dan Respon Resmi
Hingga saat ini, baik Gedung Putih atau IDF menolak memberikan komentar resmi lebih lanjut mengenai laporan ketegangan tersebut. Sementara itu, asap tebal menyelimuti sebagian wilayah ibu kota Teheran yang masih mencekam akibat kebakaran di depo-depo bahan bakar pascaserangan udara tersebut.




