Tangeranghitz, Surabaya – Ribuan pengunjuk rasa dari Aliansi Kumail Surabaya mengepung gedung negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat siang. Massa menuntut pemerintah Indonesia segera keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP) dan mengutuk keras serangan militer Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran dan Palestina.
Protes Lewat Teatrikal dan Pembakaran Patung Simbolis
Dalam aksi tersebut, massa menggelar teatrikal yang menggambarkan arogansi kepemimpinan dunia. Mereka membakar patung simbolis sebagai bentuk protes terhadap pengebomam fasilitas sipil, termasuk sekolah yang menewaskan ratusan anak tak berdosa. Selain itu, demonstran menyatakan duka mendalam atas kematian sejumlah tokoh pejuang di Timur Tengah akibat konflik bersenjata yang terus berkecamuk.
Baca Juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Di siram Air Keras di Jakarta Pusat
BOP Dinilai Gagal Menjalankan Misi Perdamaian
Peserta aksi menilai keterlibatan Indonesia dalam BOP sudah tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif. Mereka menganggap lembaga tersebut gagal menunjukan etika dalam menciptakan keamanan global yang adil dan justru cenderung memihak kepentingan sekutu tertentu.
“Kami mendesak pemerintah untuk keluar dari BOP karena dinilai sangat tidak etis dan tidak memperlihatkan misi perdamaian dunia yang sebenarnya,” tegas salah satu orator di tengah kerumunan massa.
Baca Juga: AS dan Israel Berselisih Akibat Skala Serangan Depot Bahan Bakar di Iran
Pengawalan Ketat Pihak Kepolisian
Aksi ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian untuk memastikan arus lalu lintas di sekitar Jalan Gubernur Suryo tetap terkendali. Massa yang membawa berbagai atribut poster dan spanduk kecaman akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan aspirasi mereka.



