TangerangHitz, Florida — NASA sukses meluncurkan Misi Artemis II pada hari Rabu malam. Selanjutnya, roket Space Launch System meluncur menembus angkasa dari Kennedy Space Center. Empat astronaut berada dalam pesawat luar angkasa Orion yang sangat canggih. Mereka akan mengelilingi Bulan selama kurang lebih sepuluh hari mendatang. Tentu saja, publik dunia menyaksikan peluncuran bersejarah ini dengan penuh antusiasme. Akhirnya, misi ini membawa manusia kembali mendekati Bulan setelah sekian lama.
Perjalanan Kru Menuju Orbit Satelit Bumi
Komandan Reid Wiseman memimpin perjalanan luar angkasa ini bersama tiga rekannya. Pilot Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen menemani sang komandan. Sementara itu, pesawat Orion masih mengorbit Bumi pada ketinggian ekstrem. Para astronaut sedang memeriksa semua sistem pendukung kehidupan dalam wahana itu. Selain itu, mereka memastikan mesin pendorong beroperasi sempurna sebelum melanjutkan perjalanan. Setelah dua puluh empat jam, pesawat akan melakukan manuver injeksi translunar. Kemudian, mesin akan mendorong wahana keluar dari gravitasi Bumi. Pesawat Orion akan langsung melaju lurus menuju orbit satelit alami Bumi.
Baca juga: Gelombang Protes No Kings Melanda Seluruh Amerika Serikat
Manuver Terbang Lintas Tanpa Mendarat
Pesawat Orion akan melaju mengelilingi Bulan tanpa mendarat pada permukaannya. Nantinya, wahana ini melintas pada jarak ribuan kilometer dari permukaan Bulan. Lalu, gravitasi Bulan akan menarik wahana dan mendorongnya kembali menuju Bumi. Misi Artemis II bertujuan menguji keamanan wahana untuk penjelajahan lanjutan kelak. Bahkan, NASA berencana mendaratkan manusia kembali pada misi Artemis III nanti. Oleh karena itu, pengujian ini sangat penting untuk memastikan keselamatan kru. Selama perjalanan, para kru juga melakukan pengamatan mengenai lingkungan luar angkasa. Mereka mengumpulkan berbagai data penting bagi ilmu pengetahuan astronomi masa depan.
Persiapan Kepulangan Menembus Atmosfer
Pesawat Orion akan kembali menembus atmosfer Bumi pada sepuluh April mendatang. Selanjutnya, wahana penjelajah ini akan meluncur turun dengan kecepatan sangat tinggi. NASA memperkirakan kapsul akan mencapai perairan Samudra Pasifik secara sangat aman. Sementara itu, kapal Angkatan Laut Amerika Serikat sudah bersiaga melakukan penjemputan. Pada akhirnya, keberhasilan ekspedisi ini akan membuka jalan baru bagi eksplorasi. Banyak pihak menaruh harapan besar pada kesuksesan program antariksa bersejarah ini. Kini, umat manusia selangkah lebih dekat untuk membangun pangkalan antariksa permanen.






