Parungpanjang Kembali Menelan Korban: Masyarakat Parungpanjang Kembali Resah

Kecelakaan truk menabrak pengendara motor di Jalan Mochammad Thaha, Parungpanjang

TangerangHitz, Parungpanjang — Truk tambang ilegal kembali menelan korban jiwa di Parungpanjang. Sebuah truk yang melaju dari arah Parungpanjang menuju Tangerang menabrak pengendara motor hingga tewas di tempat. Korban merupakan warga Cisauk, Tangerang, berinisial WS.

Kecelakaan tragis ini terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 18.00 WIB di Jalan Mochamad Thaha, Parungpanjang.

Insiden ini menyita perhatian publik, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban. Ia juga menegaskan pentingnya penegakan aturan terhadap operasional truk tambang agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca juga: 

Kemacetan Padat di Tangerang: Masalah Lama yang Masih Jadi PR Besar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menyalurkan kompensasi penutupan tambang sebesar Rp3 juta kepada setiap kepala keluarga yang bekerja sebagai sopir truk di wilayah Cigudek, Rumpin, dan Parungpanjang.

Masyarakat Kembali Resah

Peristiwa ini kembali memicu keresahan warga. Dalam beberapa waktu terakhir, truk tambang sempat berhenti beroperasi sehingga masyarakat merasa lebih aman saat berkendara. Namun, kecelakaan ini kembali menimbulkan ketakutan, terutama bagi pengendara motor.

Denis, warga Parungpanjang yang berada di lokasi saat evakuasi, mengaku melihat jalan mendadak ramai karena kecelakaan tersebut.

“Pas banget di jalan mau pulang, lumayan ramai. Ternyata ada kecelakaan. Padahal setelah perbaikan jalan ada larangan truk beroperasi di sana, tapi ternyata masih ada saja musibah seperti ini,” ujar Denis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sopir truk berinisial M diduga tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melintas di jalan menurun. Truk kemudian menghantam bagian belakang sepeda motor korban hingga korban masuk ke kolong truk.

Baca juga: 

Yomitan: Panduan Lengkap Menggunakan Kamus Bahasa Jepang Praktis untuk Semua Orang

Kecelakaan serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Situasi ini semakin menambah kekhawatiran warga terhadap keselamatan mereka saat melintas di jalur tersebut.

“Mungkin sopir tetap jalan karena membutuhkan penghasilan. Jalan ini sudah punya aturan. Masyarakat dihantui rasa takut setiap berkendara, terutama pengendara motor. Saya harap sopir truk lebih taat aturan dan pengendara juga lebih berhati-hati,” tambah Denis.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa penegakan aturan dan pengawasan terhadap operasional truk tambang harus dilakukan secara tegas dan konsisten. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya memberikan pernyataan, tetapi juga langkah nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Keselamatan warga di jalan raya harus menjadi prioritas utama demi mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *