
Listrik di Sumatera Hampir Pulih 100 Persen
TangerangHitz, Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan layanan kelistrikan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera hampir sepenuhnya pulih.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa listrik menjadi infrastruktur krusial untuk mendukung kehidupan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi.
“Pemulihan listrik sudah mencapai 99,90 persen. Beberapa daerah masih terisolasi karena akses jalan longsor. Namun, kami sudah menyalurkan genset untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Tito, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Selat Hormuz Memanas: Mengapa Konflik Iran-AS Bisa Bikin Dompet Rakyat Indonesia “Jebol”?
Aceh dan Sumbar Sudah 100 Persen Menyala
Data Satgas PRR per 6 April 2026 menunjukkan bahwa Provinsi Aceh dan Sumatera Barat telah mencapai 100 persen pemulihan listrik.
Capaian ini menunjukkan kuatnya koordinasi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dasar pascabencana.
Sumatera Utara Masih Dalam Proses
Pemulihan di Sumatera Utara masih berlangsung. Sebanyak 54 pelanggan di Desa Siantar Naipospos dan Desa Pardomuan Nauli belum menerima aliran listrik secara penuh karena akses terdampak bencana.
Baca juga: Hujan Lebat Landa Bengkulu, 3 Kabupaten dan kota terendam banjir
Meski begitu, PLN telah menyediakan genset portable untuk memastikan kebutuhan listrik warga tetap terpenuhi.
Petugas terus mempercepat pembangunan jaringan listrik. Hingga kini, pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 17,5 kilometer telah mencapai progres 77,82 persen atau sekitar 13,62 kilometer. Selain itu, mereka juga memasang empat trafo berkapasitas masing-masing 50 kVA.
Respons Cepat Hadapi Bencana Susulan
Satgas PRR juga bergerak cepat saat banjir melanda pada 19 Maret 2026 di Tapanuli Utara. Bencana tersebut sempat mengganggu empat gardu listrik dan berdampak pada 54 pelanggan.
Namun, tim di lapangan segera menangani gangguan sehingga dampaknya tidak meluas.
Listrik Jadi Kunci Pemulihan
Pemulihan listrik menjadi fondasi penting untuk mengembalikan aktivitas masyarakat. Dengan listrik yang kembali menyala, layanan publik, kegiatan ekonomi, dan aktivitas sosial dapat berjalan normal.
Satgas PRR memastikan akan terus mengawal percepatan pemulihan infrastruktur hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN menjadi kunci agar semua masyarakat merasakan pemulihan secara merata.




