Ledakan Roket Blue Origin Berpotensi Menghambat Misi Bulan NASA dan Menguntungkan SpaceX

TangerangHitz, Washington – Kegagalan uji coba roket New Glenn milik Blue Origin pekan ini diprediksi akan mengubah peta persaingan bisnis peluncuran satelit komersial, sekaligus mengancam jadwal ambisius NASA untuk kembali mendaratkan manusia di Bulan melalui program Artemis.

Sebelumnya, New Glenn dijadwalkan mengemban misi penting pada hari Senin untuk meluncurkan 48 satelit internet bagi jaringan LEO (Low Earth Orbit) milik Amazon. Amazon sendiri diketahui telah mengucurkan dana sebesar $2,7 miliar kepada Blue Origin demi mengejar tenggat waktu dari regulator.

Namun, dengan adanya insiden ini, para analis menilai para pelanggan terpaksa harus berpaling ke kompetitor utama mereka. Josh Parker, analis dari firma konsultan Capstone di Washington, menyebutkan bahwa kegagalan ini akan memaksa konsumen menandatangani kontrak tambahan dengan SpaceX.

“Kompetitor terbesar [SpaceX] dan satu-satunya perusahaan lain yang mampu menggunakan kembali kendaraan peluncur kini diuntungkan karena pesaingnya sementara waktu keluar dari bisnis,” ujar Parker seperti dikutip dari Financial Times.

Baca juga: Roket New Glenn Milik Jeff Bezos Meledak Saat Uji Coba, Elon Musk: “Roket Itu Sulit”

Insiden ini terjadi di waktu yang krusial. Blue Origin baru saja menerima dana hibah sebesar $468 juta dari NASA untuk pengembangan dua modul pendarat tak berawak guna mendukung pangkalan Bulan dalam misi Artemis IV tahun 2028. Misi ini sangat bersejarah karena ditargetkan membawa astronaut mendarat di Bulan untuk pertama kalinya sejak tahun 1972.

Menanggapi ledakan ini, Jared Isaacman selaku administrator NASA, menyatakan lewat platform X bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi penuh terhadap lini masa proyek tersebut.

“Penerbangan luar angkasa sangat tidak kenal ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran beban berat (heavy-lift) yang baru adalah hal yang luar biasa sulit,” ungkap Isaacman.

Ini merupakan rentetan kemunduran bagi Blue Origin. Bulan lalu, muatan pada penerbangan ketiga New Glenn berakhir di orbit yang salah, menyebabkan roket tersebut sempat dilarang terbang oleh Federal Aviation Administration (FAA). Uji coba hari Kamis kemarin sebenarnya adalah uji coba pertama setelah FAA memberikan izin terbang kembali, sebelum akhirnya berakhir dengan ledakan bola api. Saat ini publik masih menunggu keputusan FAA apakah insiden terbaru ini akan memicu investigasi berkepanjangan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *