Harga Plastik Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Barang Ritel Ikut Mahal

TangerangHitz, Jakarta – Tingginya harga plastik imbas konflik di Timur Tengah diam-diam mulai berdampak pada harga jual berbagai jenis produk di ritel. Mulai dari alat rumah tangga, makanan dan minuman dalam kemasan, hingga produk elektronik.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, menyebut kenaikan harga produk ini sudah dirasakan sektor ritel sejak satu sampai dua minggu lalu. Utamanya untuk produk-produk yang menggunakan plastik, baik sebagai bahan baku utama maupun untuk kemasan produk.

“Saat ini kami di ritel sudah menerima kenaikan harga dari supplier. Jadi dari dua minggu lalu, atau minggu lalu juga sudah masuk,” kata Budihardjo saat ditemui wartawan di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

“Rata-rata 10%. Ya, tapi kami lagi negosiasi, ada yang naik 5%, 10%,” sambungnya.

Terkait kenaikan harga ini, Budihardjo mengatakan saat ini para peritel sedang dalam proses negosiasi harga dengan para produsen atau supplier barang. Sehingga mereka bisa mendapatkan harga lama sebelum adanya kenaikan harga plastik.

“Tapi kalau nggak bisa, ya kami nego harganya naik bertahap. Artinya memang sudah kenaikan harga itu, terutama dari pengusaha makanan-minuman. Elektronik juga, alat listrik yang berhubungan dengan kabel-kabel itu naik semua. Alat listrik, alat elektronik yang berhubungan dengan plastik itu semua naik. Ember-ember itu naik semua,” ujar Budihardjo.

Jika kondisi ini terus berlanjut, Budihardjo khawatir daya beli masyarakat dapat semakin tergerus, yang pada akhirnya akan mempengaruhi penjualan di sektor ritel. Sehingga mau tak mau peritel harus lebih banyak mengeluarkan promo atau program baru.

“Dengan adanya kenaikan ini, makanya kami inisiasi program-program belanja di Indonesia saja. Kami coba optimalkan turis luar negeri masuk ke Indonesia belanja. Terus bagaimana juga promosi-promosi agar stok lama bisa mengimbangi dengan harga baru. Jadi ada yang harganya kami turunkan, ada yang harganya kami naik,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *