TangerangHitz– London,Persaingan antara Mikel Arteta dan Xabi Alonso diprediksi menjadi salah satu cerita yang paling menarik untuk disimak di Premier League musim 2026/2027. Di balik rivalitas mereka sebagai pelatih, tersimpan kisah persahabatan yang telah terjalin sejak masa kanak-kanak.
Keduanya bukan sekadar saling mengenal. Arteta dan Alonso tumbuh di lingkungan yang sama di San Sebastian, Spanyol. Mereka pernah menjadi tetangga, menghabiskan banyak waktu bermain sepak bola bersama, hingga meniti mimpi menjadi pesepak bola profesional.
Kini, perjalanan hidup membawa mereka kembali bertemu, tetapi dalam posisi yang berbeda. Arteta telah lebih dahulu membangun reputasi sebagai pelatih Arsenal, sementara Alonso memulai tantangan baru di Premier League bersama Chelsea.
Berawal dari San Sebastian
Xabi Alonso lahir di Tolosa pada 25 November 1981, sedangkan Mikel Arteta lahir di San Sebastian pada 26 Maret 1982.
Meski berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, keduanya dipersatukan oleh kecintaan terhadap sepak bola. Alonso tumbuh dalam keluarga pesepak bola karena ayahnya, Periko Alonso, merupakan mantan pemain Real Sociedad dan Barcelona. Sementara itu, Arteta berasal dari keluarga nonpesepak bola, tetapi memiliki semangat yang sama untuk mengejar karier di lapangan hijau.
Persahabatan mereka semakin erat ketika keluarga Alonso pindah ke San Sebastian dan tinggal bersebelahan dengan keluarga Arteta. Sejak saat itu, mereka hampir tidak terpisahkan.
Masa kecil keduanya diwarnai aktivitas bermain sepak bola di berbagai sudut kota, termasuk Pantai La Concha yang menjadi salah satu lokasi favorit mereka untuk mengasah kemampuan.
Baca Juga:Laga Panas Bertabur Bintang di Semi Final Perancis Vs Spanyol
Menempuh Jalan Berbeda
Ketika memasuki usia remaja, Arteta dan Alonso sama-sama bergabung dengan klub muda Antiguoko, akademi yang dikenal melahirkan banyak talenta sepak bola Spanyol.
Namun, perjalanan karier mereka mulai berbeda.
Arteta memilih bergabung dengan akademi La Masia milik Barcelona, sedangkan Alonso melanjutkan perkembangan kariernya bersama akademi Real Sociedad.
Keputusan tersebut menjadi awal dari perjalanan profesional masing-masing yang kemudian membawa mereka ke berbagai klub besar Eropa.
Kembali Bertemu di Inggris
Takdir kembali mempertemukan kedua sahabat itu di Inggris.
Xabi Alonso lebih dahulu bergabung dengan Liverpool pada 2004, sedangkan Arteta memperkuat Everton mulai 2005.
Menariknya, meski membela dua klub yang terlibat dalam rivalitas Merseyside, hubungan pribadi mereka tetap terjaga dengan baik. Bahkan, keduanya sempat tinggal di kawasan yang sama selama berada di Liverpool.
Di luar lapangan mereka tetap menjalin komunikasi sebagai sahabat. Namun ketika Derby Merseyside digelar, profesionalisme menjadi prioritas utama. Persaingan di atas lapangan tidak pernah mengganggu hubungan mereka di luar sepak bola.
Menjadi Pelatih
Setelah pensiun sebagai pemain, keduanya kembali memilih jalan yang sama, yakni menjadi pelatih.
Arteta memulai karier kepelatihannya sebagai asisten Pep Guardiola di Manchester City. Pengalaman bekerja bersama salah satu pelatih terbaik dunia menjadi bekal penting sebelum akhirnya dipercaya menangani Arsenal pada akhir 2019.
Di sisi lain, Alonso memilih jalur yang lebih bertahap. Ia memulai karier sebagai pelatih kelompok usia muda Real Madrid, kemudian melatih Real Sociedad B sebelum memperoleh kesempatan menangani Bayer Leverkusen.
Perjalanan tersebut membentuk karakter kepelatihan masing-masing dengan pendekatan yang berbeda.
Sama-sama Mencatat Prestasi
Arteta langsung memberikan dampak bagi Arsenal dengan mempersembahkan trofi Piala FA pada musim pertamanya sebagai pelatih kepala. Tidak lama kemudian, ia juga membawa The Gunners menjuarai Community Shield.
Sementara itu, Alonso mencuri perhatian dunia sepak bola ketika berhasil membawa Bayer Leverkusen tampil impresif di kompetisi domestik Jerman. Keberhasilannya mengangkat performa klub membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu pelatih muda terbaik Eropa.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keduanya mampu menerjemahkan pengalaman sebagai pemain menjadi filosofi permainan yang efektif di bangku kepelatihan.
Rival Baru di Premier League
Musim 2026/2027 menjadi babak baru dalam hubungan Arteta dan Alonso.
Arteta datang sebagai pelatih yang telah memahami kerasnya persaingan Premier League setelah beberapa musim menangani Arsenal.
Di sisi lain, Alonso memulai petualangan baru di Inggris bersama Chelsea. Kehadirannya membuka peluang lahirnya persaingan baru antara dua pelatih yang pernah tumbuh bersama sebagai sahabat.
Pertemuan Arsenal dan Chelsea pun diprediksi menghadirkan duel yang bukan hanya menarik dari sisi hasil pertandingan, tetapi juga dari pertarungan strategi di pinggir lapangan.
Adu Filosofi Bermain
Arteta dikenal mengembangkan permainan berbasis penguasaan bola dengan struktur yang fleksibel. Arsenal di bawah arahannya mampu mengubah bentuk permainan sesuai situasi tanpa kehilangan organisasi tim.
Sementara itu, Alonso identik dengan pendekatan yang menekankan keseimbangan antarlini, intensitas pressing, serta pembangunan serangan yang rapi dari lini belakang.
Perbedaan filosofi tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu daya tarik utama setiap kali Arsenal dan Chelsea saling berhadapan.
Baca Juga:BSI Explore 2026 Akan Segera Dilaksanakan, Libatkan Mahasiswa dalam Program Pengabdian ke Desa-Desa
Persahabatan yang Berubah Menjadi Rivalitas
Meski kini berada di kubu yang berbeda, kisah Arteta dan Alonso menunjukkan bahwa persahabatan tidak selalu berakhir ketika persaingandimulai.
Mereka pernah tumbuh bersama sebagai dua anak yang mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional. Bertahun-tahun kemudian, mimpi itu berkembang menjadi perjalanan sebagai pelatih di level tertinggi sepak bola Eropa.
Kini, setiap pertemuan Arsenal dan Chelsea tidak hanya menjadi duel dua klub besar Inggris, tetapi juga menghadirkan kisah dua sahabat lama yang sama-sama berusaha membawa timnya meraih kemenangan.






