Tangeranghizt – Tangerang Masyarakat mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Tangerang pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan aksi kreatif sekaligus sindiran tajam.
Ribuan warga Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, menggelar karnaval menuju Kantor Bupati Tangerang dengan menampilkan berbagai kostum dan kendaraan hias unik.
Peserta karnaval yang berperan sebagai koruptor mengenakan jas dan dasi hitam, kemeja putih, serta penutup muka (seibo), dengan kepala yang mereka rias menyerupai tikus.
Baca Juga: BMKG Bantah Isu Gempa Susulan Besar di NTT, Pastikan Hoaks
Ia juga menenteng sebuah kotak bertuliskan “Uang Rakyat” yang ditempeli replika uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.
Abil, peserta yang mengenakan kostum tersebut, mengatakan bahwa ia sengaja menampilkan kostum itu sebagai bentuk kritik sosial terhadap kondisi bangsa saat ini.
Ia menilai bahwa korupsi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia di tengah semarak perayaan kemerdekaan.
Baca Juga: Update Gempa NTT: Pemda Catat 5 Orang Meninggal Dunia
“Karena menggambarkan keadaan Indonesia saat ini, yang masih banyak koruptor” Ujar Abil.
Abil berharap pemerintah semakin tegas memberantas pelaku tindak pidana korupsi di tanah air melalui aksi panggungnya tersebut.
Puluhan Mobil Hias Ramaikan Karnaval
Ribuan warga juga memeriahkan karnaval tersebut dengan mengenakan beragam kostum tematik.
Mulai dari Jenderal Soedirman, TNI, pasukan khusus penembak jitu, hingga pakaian adat masyarakat Papua.
Baca Juga: BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang NTT
Puluhan mobil hias hasil kreativitas warga semakin memeriahkan karnaval dengan melaju beriringan sejauh 17 kilometer dari kantor kecamatan menuju Kantor Bupati Tangerang.
Warga menghiasi jalanan dengan berbagai replika kendaraan dan objek menarik, di antaranya Kendaraan Taktis (Rantis), tank militer.
Kapal laut, rumah gubuk tradisional, rudal balistik, serta patung Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.
Baca Juga: Akhirnya Tangerang Diguyur Hujan Hari Ini! Mulai Turun pada Sore Hari
Wahyu salah seorang pembuat mobil hias replika rudal balistik, menceritakan totalitas warga dalam menyambut HUT ke-81 RI.
Bersama warga lainnya, ia meluangkan waktu pada malam hari setelah bekerja selama sekitar satu setengah bulan untuk merampungkan replika tersebut.






