Hujan Deras Tokyo Picu Banjir Parah di Chiba

Beberapa jalan di Prefektur Chiba terendam banjir (Foto: Kyodo/REUTERS)

TOKYO – Hujan deras mengguyur wilayah sekitar Tokyo pada 14 Agustus 2026. Curah hujan ekstrem terutama menghantam Prefektur Chiba, sebelah timur Tokyo. Hujan kemudian menggenangi jalan, rumah, serta sejumlah fasilitas umum. Selain itu, intensitas hujan mencapai lebih dari 360 milimeter dalam 24 jam. Chiba City bahkan mencatat curah hujan 115 milimeter dalam 1 jam. Angka tersebut memecahkan rekor curah hujan sebelumnya di sejumlah lokasi.

Hujan Deras Tokyo Memicu Banjir Luas

Banjir kemudian mengganggu berbagai aktivitas masyarakat sepanjang kawasan Chiba. Air menggenangi sejumlah jalan dan membuat kendaraan berhenti akibat genangan tinggi. Lebih lanjut, air mencapai kawasan sekitar Stasiun Ichikawa hingga setinggi lutut. Sejumlah ruas jalan dan jalur kereta juga mengalami gangguan akibat banjir. Pemerintah setempat kemudian meminta sekitar 230.000 warga mencari lokasi aman. Selain itu, Jepang mengeluarkan peringatan hujan tingkat tertinggi untuk sejumlah wilayah Chiba.

Hujan Deras Tokyo Ganggu Perjalanan Warga

Gangguan transportasi kemudian membuat ribuan orang menghadapi perjalanan panjang. Sekitar 7.000 penumpang harus bermalam di Bandara Narita akibat gangguan perjalanan. Petugas menyediakan kantong tidur dan perlengkapan bagi para penumpang. Sementara itu, sekitar 4.000 orang tertahan di Stasiun Soga. Beberapa warga juga mencari perlindungan pada gedung pemerintah sekitar Chiba. Namun, sejumlah layanan kereta mulai kembali berjalan setelah kondisi hujan membaik.

Hujan Deras Tokyo Ganggu Listrik

Banjir juga mengganggu pasokan listrik bagi puluhan ribu rumah warga. Sekitar 68.000 rumah sempat mengalami pemadaman listrik akibat banjir. Selanjutnya, jumlah rumah tanpa listrik turun menjadi sekitar 18.000 rumah. Gangguan juga muncul pada layanan gas bagi hampir 13.000 rumah tangga. Kondisi itu memperpanjang dampak bencana setelah hujan mulai mereda. Oleh karena itu, petugas terus melakukan pemulihan infrastruktur pada wilayah terdampak.

Hujan Deras Tokyo Menelan Korban Jiwa

Hujan ekstrem juga menimbulkan korban jiwa di sejumlah lokasi Chiba. Jumlah korban meninggal kemudian mencapai 8 orang pada 14 Agustus 2026. Beberapa korban mengalami musibah saat kendaraan mereka masuk genangan banjir. Selain itu, lebih dari 30 orang mengalami luka akibat berbagai insiden. Petugas penyelamat juga mencari warga yang menghadapi kondisi darurat sepanjang kawasan terdampak. Pada saat yang sama, pemerintah tetap mengingatkan warga mengenai ancaman banjir dan longsor.

Hujan ekstrem tersebut menunjukkan besarnya ancaman cuaca ekstrem kawasan Tokyo dan sekitarnya. Kondisi tanah yang masih basah juga meningkatkan risiko banjir lanjutan. Selain itu, sungai yang meluap dapat kembali mengganggu permukiman dan transportasi. Pemerintah Jepang kemudian melanjutkan pemantauan kondisi cuaca pada wilayah Chiba. Warga juga menghadapi imbauan untuk mengikuti informasi cuaca serta arahan keselamatan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengurangi risiko saat kondisi cuaca kembali memburuk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *