Detik-detik Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Suara Keras Terdengar

Matius Alfons Hutajulu – detikNews

Pembongkaran Klaster Mewah Lapas Cibinong Berlangsung

TangerangHitz, Jakarta – Petugas terus membongkar klaster mewah Lapas Kelas IIA Cibinong, Rabu (30/9/2026). Ekskavator sudah merobohkan dua bangunan sejak pukul 12.45 WIB.

Ekskavator Robohkan Dua Bangunan

Pantauan detikcom, ekskavator lebih dulu merobohkan rumah dinas 3. Alat berat itu menghantam halaman dan tembok rumah hingga ambruk. Atap kanopi juga ikut runtuh.

Petugas kemudian membongkar rumah dinas 4. Air tampak mengalir dari pipa di dalam tembok saat ekskavator bekerja. Debu bangunan juga beterbangan di sekitar lokasi.

Dirjenpas Mashudi turut menyaksikan pembongkaran. Dia beberapa kali mengingatkan wartawan agar menjaga jarak dan berhati-hati.

Komisi XIII DPR Minta Pembongkaran

Sebelumnya, Komisi XIII DPR menginspeksi klaster tersebut. Komisi XIII kemudian meminta petugas segera membongkarnya.

“Kami mendesak pembongkaran bangunan yang berada di Lapas Kelas IIA Cibinong dan seluruh lapas yang ada di Indonesia serta penertiban aset dan fasilitas di lingkungan lembaga pemasyarakatan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan peruntukan guna menjamin perlakuan yang adil tanpa diskriminasi bagi seluruh warga binaan,” kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso.

Sugiat menyebut 10 dari 13 bangunan berada di luar aset Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dia juga mengatakan bangunan tersebut berdiri di bantaran sungai dan tidak sesuai peruntukannya.

Minta Cegah Penyalahgunaan

“Dari 13 bangunan itu ada 10 bangunan yang di luar aset Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dan berdasarkan informasi dari Pak Dirjen kemarin itu lokasinya di bantaran sungai ya, Pak ya? Sudah tidak bagian dari aset, dibangun di bantaran sungai tidak sesuai,” ucap dia.

Sugiat meminta petugas merobohkan klaster tersebut agar tidak ada pihak yang kembali menggunakannya.

“Kita berharap hari ini juga itu dibongkar. Karena supaya apa ya, tidak disalahgunakan lagi atau nanti jangan-jangan ketika kita sudah pulang dari sini malah dibiarkan seperti itu, menjadi persoalan-persoalan di kemudian hari. Jadi ini yang ingin kami maksimalkan dalam kunjungan kerja ini,” tegas dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *