Lampu PJU Pantura Indramayu Padam Jelang Mudik

TangerangHitz, Lampu PJU Pantura Indramayu padam di sejumlah titik menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kondisi tersebut membuat beberapa ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi gelap pada malam hari.

Berdasarkan pantauan pada Jumat (13/3/2026) malam di kawasan Desa Lengok, Kecamatan Lohbener, arus kendaraan pemudik mulai melintasi jalur tersebut. Para pemudik menuju Cirebon hingga wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga : Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026: One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap

Peningkatan volume kendaraan diperkirakan terjadi pada akhir pekan ini hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut terjadi seiring dimulainya masa libur sekolah pada awal pekan depan.

Minimnya Penerangan Jalan Dikeluhkan Warga

Para pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut. Banyak lampu penerangan di sepanjang ruas jalan tidak menyala sehingga jalan menjadi minim pencahayaan.

Sugeng (36), warga Desa Lengok yang membuka usaha bengkel di pinggir jalur Pantura, mengatakan lampu jalan di wilayah tersebut sudah lama padam.

“Lampunya sudah lama mati, bukan hitungan bulan lagi, mungkin sudah tahunan,” kata Sugeng.

Menurut Sugeng, pihak terkait pernah memperbaiki lampu jalan tersebut. Namun tidak lama kemudian lampu kembali padam.

“Warga juga pernah mengeluhkan kondisi ini, tapi setelah diperbaiki tidak lama mati lagi. Padahal kalau lampunya hidup, jalan ini sebenarnya bagus,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah kondisi gelap di jalan tersebut pernah menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Namun ia menilai minimnya penerangan tetap berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Kalau soal kecelakaan saya kurang tahu, tapi memang kalau gelap seperti ini tetap berbahaya,” katanya.

Pemudik Mengaku Khawatir Melintas di Jalur Gelap

Keluhan serupa disampaikan Anto (56), seorang pemudik asal Tangerang yang sedang dalam perjalanan menuju Purwokerto. Ia mengatakan banyak lampu penerangan di jalur yang dilaluinya hingga wilayah Indramayu tidak berfungsi.

“Sepanjang jalan banyak yang mati, cuma beberapa saja yang masih menyala,” ujarnya saat beristirahat di sebuah minimarket di kawasan Desa Lengok.

Anto melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor bersama anaknya. Ia mengaku sedikit terbantu oleh lampu kendaraan lain karena jalur tersebut cukup ramai.

Meski demikian, ia tetap merasa khawatir saat melintasi ruas jalan yang gelap, terutama jika terdapat lubang atau hambatan lain di jalan.

“Ya tetap ada rasa khawatir, apalagi kalau jalannya gelap,” ucapnya.

Polisi Koordinasi Perbaikan PJU

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang membenarkan adanya sejumlah titik di Jalur Pantura yang minim penerangan. Ia mengatakan persoalan tersebut sudah dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah terkait kesiapan pengamanan mudik Lebaran.

Menurut Fajar, kondisi jalan yang gelap dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi memicu tindak kriminalitas.

“Kami sudah menyampaikan dalam rapat koordinasi bahwa ada beberapa ruas jalan yang penerangannya masih kurang. Hal ini tentu bisa menimbulkan potensi kecelakaan maupun gangguan keamanan,” kata Fajar.

Ia menambahkan, pihak kepolisian akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar perbaikan lampu PJU segera dilakukan sebelum arus mudik mencapai puncaknya.

“Kami akan menindaklanjuti kembali agar lampu-lampu yang padam bisa segera diperbaiki,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *