TangerangHitz, Tangerang Selatan – Operasi pencarian terhadap Neill Angkasa Satyanegara (13), remaja yang dilaporkan hanyut di Sungai Cisadane, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabungan pada hari ketiga pencarian, Senin (27/7/2026) pagi.
Jasad pelajar asal Kelurahan Kademangan tersebut ditemukan mengambang di aliran sungai sekitar pukul 08.20 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar satu kilometer ke arah hilir dari titik awal korban dilaporkan terseret arus di kawasan Perumahan Pesona Serpong.
Komandan Pleton Satgas BPBD Kota Tangerang Selatan, Dian Wiryawan, mengonfirmasi bahwa penemuan korban terjadi setelah tim SAR gabungan kembali menyisir aliran sungai sejak pagi hari menggunakan perahu motor dan penyisiran darat.
“Alhamdulillah pada pencarian hari ketiga korban berhasil ditemukan sekitar pukul 08.20 WIB dalam kondisi mengambang di air. Selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Dian Wiryawan pada Senin (27/7/2026).
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB. Korban bersama enam rekannya mendatangi bantaran Sungai Cisadane untuk bermain dan mandi bersama memanfaatkan waktu libur akhir pekan.
Situasi berubah berbahaya saat korban yang tidak bisa berenang mulai bergeser ke bagian sungai yang lebih dalam dan terpeleset hingga terseret oleh derasnya arus air.
Teman-teman korban yang berada di lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan dengan cara mendekati dan menarik tubuh korban. Namun, derasnya arus sungai serta kondisi fisik yang kelelahan membuat upaya penyelamatan mandiri tersebut gagal.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, menjelaskan bahwa teman-teman korban tidak mampu menahan dorongan air hingga akhirnya korban hilang dari permukaan air.
“Korban terbawa arus. Teman-temannya sempat mencoba menolong, tapi tidak berhasil,” kata AKP Dhady Arsya saat memberikan keterangan.
Setelah korban hilang terseret arus, rekan-rekannya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Informasi tersebut sampai ke pihak keluarga pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, sebelum akhirnya dilaporkan ke BPBD Kota Tangerang Selatan untuk tindakan darurat.
Pencarian yang berlangsung selama tiga hari melibatkan pengerahan personel gabungan dari Kantor SAR Jakarta, BPBD Tangsel, TNI, Polri, dan relawan. Pada hari kedua, tim bahkan menerapkan teknik blender menggunakan perahu bermotor untuk memicu gelombang buatan di dasar sungai yang berbatuan cadas.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyatakan bahwa pencarian dilakukan secara optimal dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
“Operasi pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan dengan mengedepankan keselamatan personel serta koordinasi yang baik agar proses pencarian dapat berlangsung secara efektif dan optimal,” jelas Desiana Kartika Bahari.
Selama proses pencarian berlangsung, keluarga korban bersama warga RT 05/RW 02 Kelurahan Kademangan juga menggelar pengajian dan doa bersama di pinggir sungai yang dipimpin oleh Lurah Kademangan agar korban segera ditemukan.
Usai dievakuasi dari lokasi penemuan pada Senin pagi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan di rumah duka Kademangan, Setu, Tangerang Selatan.






