Oknum Guru SD di Tanjungbalai Diduga Serahkan Muridnya ke Suami untuk Dicabuli, Rumah Pelaku Digeruduk Massa

TangerangHitz, Tanjungbalai – Sebuah kasus dugaan kekerasan seksual yang sangat memprihatinkan mengguncang Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Seorang oknum guru Sekolah Dasar (SD) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial D diduga tega menyerahkan muridnya sendiri, seorang bocah laki-laki berinisial A (12), kepada suaminya untuk dicabuli.

Peristiwa yang menyayat hati ini memicu kemarahan besar masyarakat setempat hingga berujung pada aksi pengepungan rumah terduga pelaku oleh ratusan warga.

Terbongkar Usai Korban Mangkir Sekolah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi bejat tersebut diduga telah berlangsung sejak Mei 2026 di kediaman pasutri pelaku yang berlokasi di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Dalam menjalankan aksinya, oknum guru tersebut diduga memanfaatkan posisi dan relasi kuasanya untuk membujuk korban.

Kasus ini baru terungkap setelah korban A tidak masuk sekolah selama hampir dua pekan. Ketidakhadiran korban bertepatan dengan masa ujian sekolah, yang mana oknum guru D bahkan sempat mendatangi rumah korban untuk mengantarkan lembar ujian.

Curiga dengan kondisi korban, ibu angkat A kemudian membawanya ke klinik untuk menjalani pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan adanya luka fisik serius pada bagian vital korban, hingga akhirnya A berani jujur mengenai kejahatan yang dialaminya. Korban diketahui merupakan seorang anak yatim piatu yang tidak lagi memiliki orang tua utuh.

Warga Kepung Rumah Pelaku dan Geruduk Mapolres

Kabar mengenai tindakan amoral oknum tenaga pendidik dan suaminya itu dengan cepat menyebar dan tersiar di media sosial. Gelombang kemarahan warga tak terbendung hingga ratusan massa mendatangi dan mengepung rumah terduga pelaku sejak Rabu (22/7/2026) sore.

Situasi di lokasi sempat memanas lantaran warga yang geram berusaha mendesak pasutri tersebut keluar rumah. Detik-detik evakuasi pelaku oleh pihak kepolisian pun berlangsung riuh di tengah amuk massa yang emosi.

Tak berhenti di situ, massa yang didominasi oleh kaum ibu-ibu berbondong-bondong mendatangi Mapolres Tanjungbalai hingga malam hari. Warga mengawal proses hukum dan memastikan kedua terduga pelaku benar-benar ditahan. Aksi saling dorong bahkan sempat terjadi di depan ruang penyidikan sebelum akhirnya situasi berhasil diredam oleh petugas.

Pelaku Diamankan Polisi

Guna menghindari aksi main hakim sendiri (vigilante) yang dapat membahayakan keselamatan terduga pelaku, Satreskrim Polres Tanjungbalai bergerak cepat mengevakuasi dan mengamankan pasangan suami istri tersebut.

Saat ini, oknum guru berinisial D beserta suaminya tengah menjalani pemeriksaan maraton oleh penyidik Satreskrim Polres Tanjungbalai untuk pendalaman kasus dan proses hukum lebih lanjut. Masyarakat berharap keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya bagi korban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *