Abu Anak Krakatau Meluas, Pembelajaran di Sekolah Tangsel Tetap Normal Baca artikel detiknews, “Abu Anak Krakatau Meluas, Pembelajaran di Sekolah Tangsel Tetap Normal”

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) belum menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kegiatan belajar mengajar di Tangsel tetap berjalan normal.

“Sementara ini masih normal dulu, sampai ada info detail tentang debu vulkanik dari GAK (Gunung Anak Krakatau),” kata Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat dihubungi, Minggu (6/9/2026).

Pemkot Tangsel mengimbau tenaga pengajar, siswa, dan civitas akademika untuk menggunakan masker. Benyamin juga akan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar di Tangerang Selatan.

“Sudah kita imbau untuk menggunakan masker dan seterusnya. Saya mau evaluasi malam ini untuk sekolah-sekolah,” ujarnya.

Baca Juga : 2 penerbangan di bandara sampit Dibatalkan buntut Erupsi Anak Krakatau

Sejumlah Daerah Terapkan PJJ

Sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah berbeda untuk menyikapi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Salah satunya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta menerapkan PJJ untuk seluruh sekolah mulai Senin, 7 September 2026.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana dalam keterangan resmi Pemprov DKI, Minggu (6/9/2026).

BMKG Pantau Sebaran Abu Anak Krakatau

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menguraikan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik tersebut mencapai wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.

BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik pada pukul 04.00 WIB. Lembaga tersebut menemukan dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” tulis BMKG dalam situs resminya.

Klaster pertama bergerak menuju Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Abu vulkanik pada klaster ini mencapai ketinggian 20.000 kaki.

“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *