Penjualan Tabung Oksigen- Air Purifier di Negara Tetangga Meroket Imbas Karhutla RI

Sumber Foto : detikNews

Kabut Asap Karhutla Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier

TangerangHitz, Jakarta – Kabut asap beracun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mendorong permintaan tabung oksigen dan air purifier (pemurni udara) di Asia Tenggara. Asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah selama berbulan-bulan. Kondisi ini memaksa sekolah tutup dan meningkatkan keluhan gangguan pernapasan.

Penjualan Tabung Oksigen Meningkat

Rafina Firdaus, anggota tim penjualan salah satu merek alat kesehatan di Malaysia, mencatat kenaikan penjualan sebesar 35 persen akibat kabut asap. Ia menyampaikan hal tersebut seperti dikutip dari The Straits Times, Senin (19/10/2026).

Baca Juga : Timnas Juara, Gonzales Kenang Alfred Riedl: Sakit Hati 2010 Terobati

Perusahaan tempat Rafina bekerja memasok tabung oksigen dan konsentrator oksigen bagi pasien. Tabung oksigen mampu memasok oksigen selama sekitar tiga jam tanpa henti. Sementara itu, konsentrator oksigen dapat beroperasi hingga sekitar 24 jam.

Md Noor Bin Bujang (69) juga merasakan dampak kabut asap terhadap kesehatannya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari satu bulan. Pada malam 15 Oktober, Bujang menerima konsentrator oksigen pertamanya.

Bujang mengaku mengalami sesak napas tanpa bantuan alat tersebut. Kondisi ini menunjukkan besarnya risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.

Polusi Memperpendek Masa Pakai Filter

Kabut asap juga memengaruhi kinerja peralatan kesehatan. Pengguna biasanya mengganti filter konsentrator oksigen setelah 1.000 jam pemakaian. Namun, polutan dari kabut asap memangkas masa pakai filter hingga setengahnya.

Para ahli memperingatkan bahaya paparan polutan dalam jangka panjang. Polutan tersebut dapat memicu peradangan berbahaya di dalam tubuh. Salah seorang ahli bahkan menilai kondisi ini sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang memengaruhi berbagai sistem tubuh.

Permintaan Air Purifier Melonjak

Selain tabung oksigen, permintaan air purifier juga meningkat. Salah satu perusahaan penjual pemurni udara mencatat kenaikan pemesanan sejak kabut asap karhutla memburuk pada Agustus.

Seorang perwakilan peritel elektronik melaporkan lonjakan penjualan yang signifikan. Dalam pernyataannya, perusahaan tersebut mencatat kenaikan penjualan air purifier sebesar 600 persen pada 28 September hingga 12 Oktober. Angka itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan air purifier asal Singapura juga mencatat lonjakan permintaan. Perusahaan tersebut menyebut permintaan mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan paling tajam terjadi sejak 9 Oktober.

Penjualan sejak tanggal tersebut mencapai sembilan kali lipat dibandingkan tingkat penjualan pada awal musim kabut asap pada Agustus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *