Seminar How Does Internet Work: Menghubungkan Dunia Melalui Router, ISP dan Benteng Keamanan Jaringan

TangerangHitz, Tangerang – Pada hari Jumat, 6 November 2026, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan acara edukasi mengenai dasar-dasar jaringan komputer dan internet. Acara ini dipandu oleh Hafifah Febiani sebagai MC, dengan Abdullah Jefry Ardiansyah selaku Moderator. Materi utama disampaikan secara komprehensif oleh narasumber Hanggoro Aji Al Kautsar, M.Kom.

Dalam pemaparannya, Hanggoro Aji Al Kautsar menjelaskan bahwa internet adalah jaringan komputer global berskala masif yang merupakan gabungan dari jutaan jaringan privat dan publik. Internet bersifat terdesentralisasi, artinya tidak ada satu pun pengendali pusat tunggal.

Cara Kerja, Server, dan Privasi

Seluruh data di internet tersimpan di dalam server. Setiap perangkat memiliki alamat IP (IP Address) yang selalu berbeda-beda, yang dianalogikan seperti alamat rumah agar data bisa sampai ke tujuan yang tepat. Cara kerja pencarian informasi di internet diibaratkan seperti mahasiswa yang mencari informasi tentang dosen kepada admin kampus—dalam hal ini, admin kampus bertindak sebagai pusat data (data center).

Narasumber juga menegaskan bahwa tidak ada privasi mutlak jika sudah memasuki ranah internet. Sebagai contoh, saat membuat akun Google, pengguna harus menyetujui persyaratan di mana ketersediaan dan pengelolaan data pengguna pada akhirnya akan dikelola oleh Google.

Memahami Jaringan Komputer vs. Internet

Untuk membentuk sebuah jaringan, syarat utamanya adalah harus ada perangkat komputer terlebih dahulu. Perangkat yang digunakan pengguna disebut sebagai end device. Penggabungan perangkat berskala kecil, seperti menghubungkan handphone dengan komputer, dikenal dengan Personal Area Network (PAN).

Terkait perbedaan mendasar antara jaringan komputer dan internet, narasumber memberikan penjelasan yang tegas melalui kutipannya:

“Jaringan Komputer belum tentu Jaringan Internet, tapi kalo Jaringan Internet tentu jaringan komputer.”

Beliau juga meluruskan konsep dasar tentang apa yang bisa disebut sebagai jaringan:

“Apakah komputer bisa disebut jaringan komputer? Tidak karena cuma 1 komputer, kalian punya komputer dan hp lalu kalian hubungkan, itu baru disebut jaringan komputer.”

Media Penghubung: Kabel dan Nirkabel

Di atas end device, terdapat media penghubung yang terbagi menjadi dua:

Kabel (Wired): Standar yang sering digunakan sehari-hari adalah kabel merek Belden berjenis Unshielded Twisted Pair (kabel berbelit tanpa pelindung) seri Cat 5e. Di dalam kabel LAN ini terdapat 4 warna dan 8 pin, yang dihubungkan menggunakan konektor RJ45 (Registered Jack 45).

Nirkabel (Wireless): Menggunakan sinyal radio. Teknologinya terus berkembang dari gelombang radio biasa, ke Bluetooth, hingga kini yang paling populer adalah teknologi Wi-Fi.

Narasumber juga mengoreksi kekeliruan istilah yang sering diucapkan oleh masyarakat umum terkait Wi-Fi dan Hotspot:

“Jadi nanti kalo nanya jangan hotspot-nya apa tapi access point-nya apa, atau wifi tanyanya jangan wifinya apa tapi SSID-nya apa.”

Transmisi Sinyal dan Analogi Pengiriman Paket

Materi juga menyentuh jenis sinyal. Sinyal digital memiliki pola yang stabil (naik dan menetap, lalu turun jika misalnya pulsa/kuota habis), berbeda dengan sinyal analog yang polanya terus naik-turun.

Proses pengiriman data di internet dijelaskan dengan analogi pengiriman barang (HP) ke teman:

  • File/Data: HP itu sendiri.
  • Paket Data: Pembungkus/kardus paket.
  • DNS (Domain Name System): Alamat tujuan paket.
  • Routing: Menyerahkan paket ke pihak ekspedisi untuk dicarikan rute terbaik.
  • Rekonstruksi: Saat tiba di tujuan, paket dibuka terlebih dahulu dari pembungkusnya baru isinya bisa digunakan.

Sebagai penutup, dijelaskan peran ISP (Internet Service Provider) sebagai gerbang resmi menuju internet. Narasumber juga menyinggung penggunaan VPN dengan analogi yang menarik: jika ISP adalah pintu utama yang resmi, maka VPN ibarat keluar melalui jendela. Hal ini bisa dilakukan, namun sifatnya tidak resmi atau ilegal dalam konteks jalur standar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *