3 Orang Meninggal Di Kapal Pesiar, Diduga Karna Virus Hanta

Tangeranghizt – Jakarta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa tiga orang meninggal di kapal pesiar yang sedang berlayar di Samudra Atlantik.

World Health Organization menyebutkan bahwa Hantavirus atau virus hanta.

Telah menyebabkan satu kematian terkonfirmasi, yaitu penyakit yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia.

Baca Juga: Banyak yang Nggak Sadar, 6 dari 10 Pekerja RI Ternyata Bukan Karyawan Tetap

Wabah tersebut terjadi di dalam kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia menuju Tanjung Verde.

“Hingga saat ini, Satu kasus Hantavirus telah dikonfirmasi di laboratorium, Dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai” Ujar WHO

Dari enam orang yang terinfeksi, tiga orang telah meninggal dunia dan satu orang lainnya saat ini berada dalam perawatan intensif di Afrika Selatan,” sebut WHO.

Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengatakan kepada AFP pada Minggu (3/5) bahwa telah terjadi wabah “penyakit pernapasan akut parah”.

Baca Juga: GIIAS 2027 Bakal Digelar di PIK 2?

Wabah tersebut telah menewaskan dua orang, Dan tim medis merawat satu orang lainnya di ruang perawatan intensif di Johannesburg.

Menurut juru bicara pemerintah Afrika Selatan, Foster Mohale menyatakan bahwa tenaga medis di Johannesburg

Telah memastikan pasien tersebut positif terinfeksi virus hanta, yaitu keluarga virus yang dapat menyebabkan demam berdarah.

WHO mengatakan bahwa infeksi virus hanta “biasanya terkait dengan paparan lingkungan (paparan urin atau feses hewan pengerat yang terinfeksi)”.

Baca Juga: Polda Jateng Turut Buru Pendiri Ponpes di Pati Pemerkosa Santriwati

“Meskipun jarang terjadi, virus hanta dapat menyebar antar manusia, dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan parah.

membutuhkan pemantauan, dukungan, dan respons pasien yang cermat,” tegas WHO.

EVAKUASI KORBAN

Mohale mengatakan lebih lanjut bahwa orang pertama di kapal pesiar itu yang menunjukkan gejala adalah seorang penumpang pria berusia 70 tahun.

Dia meninggal di atas kapal dan jenazahnya saat ini berada di Pulau Saint Helena, wilayah Inggris di Atlantik Selatan.

Orang kedua merupakan seorang wanita berusia 69 tahun, istri dari pria yang meninggal di kapal.

Ia meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Johannesburg. Asal kewarganegaraan pasangan suami-istri itu belum bisa dipastikan.

Baca Juga: Sampah Berserakan di Pinggir Jalan Ciputat Tangsel

Petugas mengevakuasi orang ketiga, yaitu seorang pria Inggris berusia 69 tahun, ke Johannesburg.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan via media sosial X bahwa WHO sedang bekerja sama dengan operator kapal pesiar dan negara-negara yang terdampak.

“WHO memfasilitasi evakuasi medis dua penumpang yang menunjukkan gejala, melakukan penilaian risiko penuh, dan mendukung orang-orang yang terdampak di atas kapal,” ucapnya.

“Tindakan cepat dan terkoordinasi sangat penting untuk menahan risiko dan melindungi kesehatan masyarakat,” tegas Ghebreyesus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *