TangerangHitz, VATIKAN — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Vatikan mencapai titik puncak baru. Perseteruan Trump dan Paus Leo menyita perhatian publik internasional. Presiden AS Donald Trump melontarkan serangan verbal kepada Bapa Suci. Sejumlah pemimpin dunia langsung merapatkan barisan mendukung pemimpin umat Katolik. Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut bersuara membela sang Paus. Perdana Menteri Italia dan Spanyol juga mengecam retorika tajam Trump.
Awal Mula Konflik dan Kemarahan Trump
Konflik ini bermula saat Paus Leo XIV mengkritik kegilaan perang. Beliau mengingatkan para pemimpin dunia mengenai delusi kemahakuasaan. Tentu saja, kritik ini merujuk pada konflik militer AS. Trump membalas kritik itu melalui platform media sosialnya. Ia menyebut Paus Leo sebagai sosok yang sangat liberal. Trump juga menuding Paus lemah dalam menangani kejahatan. Menurutnya, Paus memberikan dampak buruk bagi kebijakan luar negeri AS.
Baca juga: Pernyataan Paus Leo XIV: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Perang
Kontroversi Gambar Kecerdasan Buatan
Trump tidak hanya melontarkan serangan verbal yang tajam. Ia juga memicu kemarahan publik dengan mengunggah gambar palsu. Gambar kecerdasan buatan itu memperlihatkan Trump mengenakan jubah suci. Ia tampil layaknya Yesus Kristus yang sedang menyembuhkan orang sakit. Tindakan ini langsung memancing kecaman dari berbagai kalangan lintas agama. Banyak orang menilai unggahan itu sangat menistakan nilai kesucian.
Respons Tegas Takhta Suci Vatikan
Paus Leo XIV merespons serangan personal ini dengan sangat tenang. Beliau menegaskan bahwa Vatikan tidak akan mundur selangkah pun. “Saya tidak merasa takut menghadapi pemerintahan Trump,” tegas Paus Leo. Beliau berjanji akan terus menyuarakan pesan damai Injil suci. “Kita bukan politisi,” ucap pemimpin kelahiran Amerika Serikat ini. Ia enggan berdebat lebih lanjut dengan Presiden Donald Trump. Paus akan terus mendorong solusi damai untuk dunia.
Baca juga: Invasi Israel ke Lebanon Mencekam: Pasukan Perdamaian Indonesia Gugur di Medan Tugas
Kecaman Keras Presiden Iran Pezeshkian
Pernyataan kontroversial Presiden Trump memicu gelombang simpati global. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan dukungan resminya kepada Vatikan melalui pesan yang sangat menyentuh.
“Yang Mulia Paus Leo XIV (@Pontifex), saya mengecam penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa besar Iran. Saya menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh orang merdeka mana pun. Saya mengharapkan kemuliaan bagi Anda di hadapan Allah,” tegas Pezeshkian.
Dukungan Pemimpin Benua Eropa
Dukungan serupa juga mengalir deras dari benua Eropa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengirimkan pesan dukungan resmi. Ia mendukung penuh misi perdamaian Paus Leo XIV. Sikap senada muncul dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Sanchez mengutuk keras serangan verbal dari pemimpin Amerika Serikat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga batas penghormatan antarpemimpin negara. Etika politik sangat penting pada tengah situasi global yang panas.




