Pria Asal Buton Nekat Lompat dari KM Bukit Siguntang di Selat Makassar, Aksi Terekam CCTV

TangerangHitz, Baubau – Kabar mengejutkan datang dari pelayaran Kapal Motor (KM) Bukit Siguntang. Seorang pria berinisial LD (37), warga Desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, dilaporkan melompat ke laut saat kapal sedang menyeberangi perairan Selat Makassar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 01.13 WITA, sesaat setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur, menuju Kota Baubau.

Baca juga: Bertahun-tahun Bungkam dalam Tekanan, Anak di Surabaya Laporkan Ayah Kandung atas Dugaan Pencabulan

Aksi nekat pria berusia 37 tahun tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik kapal. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat melompat ke laut di saat sebagian besar penumpang sedang beristirahat dan suasana dek kapal relatif sepi.

Ironisnya, kejadian ini baru diketahui oleh pihak kapal sekitar enam jam setelah peristiwa berlangsung, setelah dilakukan pengecekan pada rekaman kamera pengawas.

Pihak keluarga korban mengaku sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Keponakan korban, AN (26), mengungkapkan bahwa LD sebelumnya berada di Samarinda selama satu minggu untuk mencari pekerjaan.

“Om saya sebelumnya sempat berada di Samarinda untuk mencari pekerjaan. Namun tiba-tiba dia memutuskan membeli tiket untuk kembali ke Baubau. Kami kira perjalanan pulangnya aman-aman saja, ternyata terjadi peristiwa itu,” ujar AN saat memberikan keterangan, Rabu (25/2).

Baca juga: 3 Orang Meninggal Di Kapal Pesiar, Diduga Karna Virus Hanta

Keluarga menambahkan bahwa selama ini LD tidak pernah mengeluhkan adanya masalah pribadi maupun tekanan tertentu yang mencurigakan sebelum ia memutuskan pulang ke kampung halaman.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai kronologi lengkap di balik motif aksi korban maupun hasil dari langkah pencarian yang dilakukan oleh pihak terkait. Kejadian ini menambah daftar insiden keselamatan pelayaran yang menjadi perhatian publik, khususnya di jalur lintas provinsi Kalimantan-Sulawesi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *