TangerangHitz, Surabaya – Kasus memilukan kembali terjadi di ranah domestik. Seorang ayah di Surabaya diduga tega melakukan aksi pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri selama tiga tahun lamanya. Kasus yang terkubur rapat selama bertahun-tahun ini akhirnya terungkap setelah korban memberanikan diri untuk bersuara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi bejat ini dilakukan secara berulang kali sejak tahun 2023. Namun, jerat ketakutan membuat korban tak berdaya untuk melapor lebih awal. Pelaku diketahui menggunakan relasi kuasa sebagai orang tua untuk menekan mental korban.
Baca juga: Polda Jateng Turut Buru Pendiri Ponpes di Pati Pemerkosa Santriwati
“Meskipun dilakukan berulang kali, aksi ini baru terungkap setelah korban memberanikan diri melapor ke pihak kepolisian pada April 2026,” sebagaimana dikutip dari pemberitaan CNN Indonesia.
Selama kurun waktu tiga tahun tersebut, korban hidup di bawah bayang-bayang intimidasi. Pelaku memastikan agar rahasia gelap ini tidak bocor kepada siapapun, bahkan kepada anggota keluarga terdekat sekalipun.
“Selama bertahun-tahun, korban berada di bawah tekanan dan ancaman sang ayah agar tidak membocorkan perbuatan tersebut kepada siapapun, termasuk ke ibunya sendiri,” tulis laporan tersebut.
Langkah berani korban yang melapor ke pihak kepolisian pada April lalu kini menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Saat ini, pihak berwenang tengah melakukan pendalaman guna memastikan keadilan bagi korban yang telah kehilangan masa remajanya akibat perbuatan sang ayah.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras mengenai pentingnya perlindungan anak di lingkungan keluarga dan perlunya dukungan psikologis bagi korban kekerasan seksual agar berani melapor meski berada di bawah ancaman.





