Tingkat Kerusakan Infrastruktur Fisik dan Lumpuhnya Transportasi Pesisir

TangerangHitz, Venezuela – Bencana Alam ini juga memberikan dampak fisik yaitu melumpuhkan infrastruktur penting di seluruh wilayah utara Venezuela, dengan perkiraan total kerugian material berkisar antara 4,7 hingga 8,7 ulyar dolar AS. Negara bagian pesisir La Guaira diidentifikasi sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah, di mana ratusan bangunan runtuh total dan ribuan lainnya mengalami kerusakan struktur struktural yang berat.

Beberapa bangunan ikonik dan pusat kegiatan publik hancur berantakan, termasuk kompleks hunian bertingkat Ritasol Palace, Eduard’s Hotel yang terletak di tepi pantai, serta kantor akuntan publik setempat (Comptroller’s Office) di kota Catia La Mar. Retakan tanah berukuran besar dan tanah longsor yang dipicu oleh gempa bumi menutup akses jalan raya utama, termasuk jalan-jalan yang menghubungkan daerah pegunungan dengan wilayah pesisir utara, mengisolasi ribuan warga dari bantuan medis.

Baca juga: Kronologi Seismik dan Karakteristik Gempa Kembar Doublet di Wilayah Utara

Di ibu kota Caracas, guncangan keras menyebabkan runtuhnya beberapa gedung bertingkat tinggi di kawasan Los Palos Grandes dan Altamira, yang merupakan lokasi konsentrasi sejumlah kedutaan besar asing dan kawasan hunian elit.

Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía, yang merupakan pintu gerbang udara utama negara, terpaksa ditutup sementara akibat runtuhnya atap terminal penumpang dan kerusakan parah pada sistem navigasi udara di menara kontrol. Meskipun bandara tersebut kemudian dibuka kembali secara parsial untuk penerbangan kemanusiaan, lumpuhnya operasional reguler sempat menghambat distribusi bantuan internasional pada hari-hari pertama pasca-bencana. Selain sektor transportasi, sistem utilitas publik juga mengalami kelumpuhan total.

Terputusnya pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak diiringi oleh gangguan berat pada jaringan telekomunikasi. Otoritas setempat melaporkan bahwa beberapa hari setelah gempa, kapasitas operasional jaringan seluler Movistar hanya berjalan sekitar 27%, Digitel sebesar 64%, Movilnet sebesar 24%, dan perusahaan penyedia internet negara CANTV berjalan di kapasitas 70%, menyulitkan koordinasi darurat dan pemulihan keluarga yang terpisah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *