TangerangHItz, Tangerang – Univeristas Bina Sarana Informatika menyelenggarakan Workshop Digital Kreatif yang dibuka untuk Audiens umum. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Kampus Universitas Bina Sarana Informatika BSD.
Dinamika dunia digital menuntut para pembuat konten untuk terus beradaptasi. Kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi kini telah bergeser pesat, terbagi antara menggunakan mesin pencari konvensional seperti Google atau langsung bertanya kepada asisten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI).
Menyoroti fenomena tersebut, Portal berita TangerangHitz merangkum materi berharga dari sesi berbagi bersama Sugiono, M.Kom, seorang praktisi sekaligus pakar pembuatan artikel SEO-friendly. Dalam sesinya, Sugiono membagikan strategi praktis agar karya jurnalistik dan konten digital lokal bisa lebih mudah menjangkau pembaca melalui mesin pencari.
Perilaku Pembaca dan Pentingnya SEO
Sesi diskusi dibuka dengan interaksi bersama audiens mengenai kebiasaan mencari informasi saat ini. Menurut Sugiono, Google memang menawarkan kecepatan dan kepraktisan, meski akurasinya tetap perlu disikapi secara kritis.
Di sinilah peran penting SEO (Search Engine Optimization). Secara sederhana, SEO adalah upaya mengoptimalkan halaman dan konten website agar lebih mudah ditemukan melalui hasil pencarian organik. Ketika sebuah artikel berhasil menduduki peringkat atas di halaman pencarian, artinya sistem menilai konten tersebut paling relevan dengan kebutuhan pengguna—baik dari segi kesesuaian kata kunci, kualitas isi, hingga pengalaman pembaca.
Agar artikel dapat dibaca oleh mesin pencari, sistem bekerja melalui tiga tahap utama: crawling (bot menelusuri halaman), indexing (menyimpan informasi), hingga proses perankingan saat ada kata kunci yang dicari.
Teknik Riset Kata Kunci yang Tepat Sasaran
Dalam memproduksi berita, pemilihan kata kunci (keyword) memegang peranan krusial, mirip seperti menentukan fokus bahasan dalam sebuah penelitian ilmiah. Sugiono membagikan beberapa tips dalam meramu kata kunci yang efektif:
Kenali siapa pembaca yang dituju.
Gunakan frasa yang spesifik dengan menyertakan topik, kebutuhan, hingga wilayah atau lokasi.
Pahami niat di balik pencarian audiens (search intent).
Dengan kata kunci yang konsisten dan terarah, artikel berita memiliki peluang jauh lebih besar untuk tampil di halaman pertama pencarian.
Kolaborasi dengan AI: Solusi Kejar Target Tanpa Hilang Kualitas
Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan audiens adalah kekhawatiran seputar penggunaan AI yang dikhawatirkan dapat mematikan kemampuan menulis seseorang. Menanggapi hal tersebut, Sugiono memberikan pandangan yang sangat realistis.
“Dengan adanya AI, bukan bikin kita malas nulis, tapi membantu kita menulis lebih cepat dan rutin. Karena kan kalau sehari enggak update berita, bisa masuk enggak pencarian relevan? Membuat gambar ilustrasi atau flyer jadi lebih mudah. Yang dulunya sehari biasanya satu artikel, sekarang sehari bisa 10 artikel. Tujuannya ya karena tuntutan zaman: manusia bakal kalah sama orang yang pintar menggunakan AI.”
Bagi Sugiono, AI sebaiknya diposisikan sebagai rekan kolaborasi yang meringankan beban kerja—mulai dari mencari sudut pandang, merancang kerangka tulisan, hingga merumuskan prompt visual untuk ilustrasi berita. Namun, kendali penuh dan proses verifikasi fakta tetap berada di tangan penulis.
Melalui pemahaman ini, tim redaksi dan kreator konten di TangerangHitz diharapkan bisa lebih lihai memanfaatkan teknologi AI secara produktif, sehingga mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan tetap disukai oleh mesin pencari maupun pembaca.






