
IPB Pastikan Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual Tetap Berjalan
TangerangHitz, Bogor – IPB University memastikan investigasi dugaan pelecehan seksual tetap berjalan, meski korban dan terlapor sempat menempuh jalur mediasi.
Pihak kampus menegaskan bahwa penyelesaian informal tidak menghentikan proses pemeriksaan etik.
Kasus Bermula dari Grup Privat Mahasiswa
Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB, Alfian Helmi, menjelaskan kasus ini bermula dari aktivitas di grup privat mahasiswa pada 2024.
Di dalam grup tersebut, sejumlah mahasiswa menuliskan komentar yang dinilai tidak pantas terhadap seorang mahasiswi.
Korban kemudian mengetahui keberadaan grup tersebut.
Ia sempat mencoba menyelesaikan masalah melalui mediasi yang difasilitasi kakak tingkat.
Korban Laporkan Kasus Secara Resmi
Namun, mediasi tidak memberikan rasa keadilan bagi korban.
Pada 15 April 2026, korban melaporkan kasus ini ke Fakultas Teknik dan Teknologi IPB.
Pihak fakultas langsung merespons laporan tersebut pada hari yang sama.
Kampus kemudian melanjutkan penanganan melalui mekanisme resmi.
Kampus Lakukan Penanganan Menyeluruh
IPB menegaskan bahwa proses yang berjalan tidak hanya menindaklanjuti laporan.
Kampus juga berupaya memastikan penanganan berlangsung menyeluruh dan adil.
Alfian menyatakan bahwa kampus ingin menghadirkan proses yang berorientasi pada pemulihan korban.
Langkah Awal Sudah Dilakukan
Sejak menerima laporan, pihak kampus langsung bergerak.
Tim melakukan penelusuran fakta dan menyusun kronologi kejadian.
Mereka juga memanggil pihak terkait dan mengamankan bukti.
Selain itu, kampus mengaktifkan mekanisme penanganan pelanggaran kode etik di tingkat fakultas dan institusi.
Perlindungan Korban Jadi Prioritas
IPB menempatkan keselamatan dan pemulihan korban sebagai prioritas utama.
Kampus menyediakan pendampingan psikologis dan dukungan akademik bagi korban.
Di sisi lain, kampus menjaga proses tetap objektif, transparan, dan akuntabel.
Pihak kampus juga memastikan tidak ada intimidasi atau stigma terhadap korban maupun pelapor.
Kampus Minta Publik Hormati Proses
Alfian mengajak semua pihak untuk menahan diri.
Ia juga meminta publik menghormati proses yang sedang berjalan.
Menurutnya, langkah ini penting agar kasus dapat diselesaikan dengan baik.



