TangerangHitz, Florida – Perusahaan antariksa milik miliarder Jeff Bezos, Blue Origin, mengalami pukulan telak setelah roket andalan mereka, New Glenn, meledak hebat dalam uji coba static fire di Launch Complex, Florida, pada Rabu (27/5).
Ledakan tersebut menghasilkan bola api raksasa yang mengubah langit menjadi jingga pekat, bahkan dilaporkan terlihat jelas dari wilayah Fort Pierce yang berjarak 185 kilometer ke arah selatan dari pangkalan luncur. Jagat maya pun langsung dipenuhi oleh foto-foto amatir yang merekam momen dramatis tersebut.
Pihak Blue Origin mengonfirmasi insiden ini melalui platform X dan menyebutnya sebagai sebuah “anomali”. Kendati ledakan luar biasa terjadi, perusahaan memastikan sistem keselamatan berfungsi dan tidak ada korban luka.
Baca juga: Ledakan Roket Blue Origin Berpotensi Menghambat Misi Bulan NASA dan Menguntungkan SpaceX
“Kami mengalami anomali selama uji hotfire hari ini. Semua personel telah dipertanggungjawabkan. Kami akan memberikan pembaruan saat kami mempelajari lebih lanjut,” cuit akun resmi Blue Origin.
Sang pendiri, Jeff Bezos, juga angkat bicara melalui media sosialnya. Ia mengakui bahwa ini adalah hari yang sangat berat bagi timnya, namun menegaskan komitmen pantang mundur untuk terus maju.
“Hari yang sangat berat, tapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun ulang dan kembali terbang. Itu sangat berharga,” tulis Bezos, sembari menambahkan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui akar penyebab kegagalan tersebut.
Persaingan sengit antara Blue Origin dan SpaceX tampaknya mencair sesaat pasca-insiden ini. CEO SpaceX, Elon Musk, memberikan respons yang sangat terkendali dan penuh simpati—sebuah sikap yang jarang terjadi mengingat rivalitas panas kedua miliarder ini.
“Sangat disayangkan,” tulis Musk di platform X. “Roket adalah hal yang sangat sulit untuk ditangani.”
Pengamat menilai sikap hati-hati Musk ini didasari oleh fakta bahwa SpaceX juga kerap mengalami kegagalan serupa. Pada Juni tahun lalu, roket Starship milik SpaceX—roket terbesar yang pernah diproduksi—juga hancur di landasan uji akibat malafungsi serius.





