Penjual Siomay Buka-Bukaan Soal Isu Ikan Sapu-Sapu menjadi Bahan Baku

Tangeranghizt – Jakarta Penangkapan Ikan sapu-sapu secara serentak di DKI Jakarta memunculkan keresahan baru di masyarakat, Daging ikan Sapu-Sapu ini disebut telah menjadi bahan dasar makanan olahan untuk Siomay.

ALASAN HEMAT MODAL

Penggunaan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan dasar sudah di benarkan oleh Wandi (56), Seorang Pedagang Siomay di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, yang berdagang selama 25 Tahun.

Menurut Wandi, Faktor utama yaitu desakan ekonomi dan tingginya harga bahan baku.

“Ada lah udah enggak usah saya rahasiakan juga semua orang pasti udah tahu, ya memang ada aja sih yang kayak gitu, tapi saya enggak ya,” Ucap Wandi saat didatangi.

Baca Juga: Ini 10 Kampus Swasta Terbaik di Jakarta Versi uniRank! Apakah Kampusmu Masuk?

Wandi menegaskan, Oknum pedagang tergiur menggunakan daging ikan sapu-sapu karena harga sangat murah dan keuntungan yang besar.

“Kalau pakai sapu-sapu itu saya pernah tahu ada yang jual Rp 25.000 atau Rp 35.000 gitu.

Kalau ikan tenggiri itu dia bisa sampai hampir Rp 100.000. Lumayan kan (selisihnya),” Ujar Wandi.

Wandi kini mengelola 2 gerobak secara mandiri dan memakai adonan dengan bahan lain.

Wandi mengatakan kini dia tidak lagi memakai 100 persen ikan tenggiri dan mencampur adonannya dengan tepung. Ia juga pernah mencoba mencampurnya dengan daging ayam, namun mengaku tidak pernah menggunakan ikan sapu-sapu.

Baca Juga: LPG Nonsubsidi Naik hingga 18%, Pemprov DKI Imbau Warga Tak Panic Buying

Hal yang sama dilakukan oleh Angga (31) pedagang Siomay di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Mengaku bosnya meracik siomay di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dengan mencampur ikan tenggiri dan tuna untuk menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas.

Angga mengatakan campuran daging ikan itu berwarna cerah, agak putih, empuk, dan terjamin kualitasnya.

Baca Juga: PLN Icon Plus Pastikan Sistem Komunikasi Retret DPRD Magelang Berjalan Lancar

“Kalau setahu saya pakai tuna itu enggak mengubah rasanya, kadang kalau tepung kan jadi agak beda ya. Kalau pakai tuna itu rasanya tetap enak, kayak siomay yang mahal-mahal biasanya,”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *